
TAHUN 2026 - TAHUN AMANAT AGUNG
(The Year of The Great Commission)

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus!
Waktu begitu cepat, dengan tidak terasa kita sudah
memasuki hari pertama tahun 2026. Tema Tahun 2026 adalah
“Tahun Amanat Agung” (The Year of The Great Commission).
Ayat emasnya diambil dari Matius 28:18-20 dan Matius
24:14.
Kita baru saja meninggalkan tahun 2025 - Tahun Penuaian
(The Year of Harvest).
Tahun 2025 adalah tahun yang sukar, sulit. Peperangan,
bencana alam, ketidakpastian, dan krisis ekonomi semakin
intens.
Meskipun demikian, memasuki tahun 2026 kita harus berani
berkata bahwa tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan
tahun 2025. Yang percaya katakan: Amin.
Apa dasar kita untuk percaya bahwa tahun 2026 akan lebih
baik dibandingkan tahun 2025?
1. Sesuai dengan Ratapan 3:22-23,
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya
rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
Kita harus percaya bahwa kasih setia Tuhan selalu baru
tiap pagi. Selalu baru tiap minggu. Selalu baru tiap
bulan dan selalu baru tiap tahun. Haleluya!
2. Sesuai dengan Ratapan 3:24,
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku
berharap kepada-Nya.”
Jadi kalau kita berharap kepada Tuhan, maka kita akan
berani berkata bahwa tahun 2026 akan lebih baik dari
tahun 2025. Haleluya!
3. Karena kita hidup intim dengan Tuhan, sesuai dengan
Mazmur 91:14-16 maka:
- Tuhan akan meluputkan dan membentengi kita terhadap
sakit penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap
burung, kedahsyatan malam atau terror of the night yang
berbicara tentang penculikan, perampokan, pemerkosaan,
pembunuhan, terorisme, peperangan.
- Tuhan akan menjawab ketika kita berseru pada masa
kesesakan.
- Tuhan akan memuliakan kita.
- Tuhan akan memberikan panjang umur dengan berkat yang
melimpah.
- Tuhan akan memberikan keselamatan.
Haleluya!!
Berdasarkan 5 hal tersebut, kita akan berani berkata:
“Tuhan, saya percaya bahwa tahun 2026 akan lebih baik
dari tahun 2025.” Yang percaya katakana: Amin!
4. Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung
Berarti kita akan lebih dipakai Tuhan dalam proses
penyelesaian Amanat Agung
Maka kita akan berani berkata bahwa tahun 2026 akan
lebih baik dibandingkan tahun 2025. Amin.
TAHUN 2026 ADALAH TAHUN AMANAT AGUNG (The Year of The
Great Commission).
• Istilah “Amanat Agung” dipopulerkan oleh Hudson
Taylor, seorang misionaris ke daratan China, pada abad
ke-19. Hudson Taylor terkenal dengan kutipannya, “Amanat
Agung bukanlah sebuah pilihan untuk dipertimbangkan,
melainkan sebuah perintah untuk ditaati”.
• Yang dimaksud dengan “Amanat” bukanlah sekedar
perintah, tetapi suatu perintah pengutusan yang
diperlengkapi dengan kuasa dan otoritas ilahi, sesuai
dengan perkataan Yesus dalam Matius 28:18-19,
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di
bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku”
Setiap kali kita berbicara tentang Amanat Agung, maka
kita diingatkan tentang target tahun 2033.
Sebenarnya ada apa dengan tahun 2033?
Tahun 2033 adalah:
• Peringatan 2000 tahun Tuhan Yesus disalibkan, mati,
bangkit, naik ke surga.
• Peringatan 2000 tahun pencurahan Roh Kudus yang
berarti hari ulang tahun gereja yang ke-2000.
• Peringatan ke 2000 tahun dimulainya Amanat Agung.
Beberapa tahun terakhir ini, Tuhan berbicara kepada
gereja-Nya. Banyak organisasi-organisasi, aliran-aliran
kekristenan yang mempunyai visi yang sama yaitu target
penyelesaian Amanat Agung tahun 2033.
Waktu Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya tentang
tanda kedatangan-Nya yang kedua kali dan tanda akhir
zaman, salah satunya Tuhan Yesus menjawab dalam Matius
24:14 TB yang berkata,
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh
dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu
barulah tiba kesudahannya.”
Dengan perkataan lain kalau Amanat Agung selesai maka
sesudah itu barulah Tuhan Yesus datang yang kedua kali.
Kata “sesudah itu” tidak ada seorang pun yang tahu itu
kapan. Bisa 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun atau
beberapa tahun. Yang jelas tidak akan lama. Mengapa?
Sebab Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera”
Kalau Tuhan Yesus memberikan target penyelesaian Amanat
Agung tahun 2033 bagi gereja-Nya, artinya tinggal 7
tahun lagi. Saya tidak berkata, sekali lagi saya tidak
berkata bahwa tahun 2033 Tuhan Yesus pasti datang. Ini
tidak alkitabiah. Tetapi kalau dikatakan tahun 2033
Tuhan Yesus bisa datang, ini alkitabiah karena
kedatangan-Nya bisa sewaktu-waktu.
Saya mau mengajak kita semua agar semakin hidup intim
dengan Tuhan. Banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan
dan terus berjaga-jaga.
Saya akan ingatkan bahwa sesuai dengan Roma 8:29, goal
kita sebagai orang percaya adalah menjadi serupa dengan
gambar-Nya, artinya menjadi murid Kristus.
Untuk bisa menjadi murid Kristus kita harus melakukan
seperti apa yang terdapat dalam 1 Yohanes 2:6 yang
berkata,
“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia
wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Kalau kita hidup sama seperti Kristus telah hidup maka
kita serupa dengan gambar-Nya, artinya menjadi murid
Kristus.
Tugas utama dari murid Kristus adalah menjadikan semua
bangsa murid Kristus, artinya menyelesaikan Amanat Agung.
Hal ini sesuai dengan Matius 28:18-20.
STRATEGI PENYELESAIAN AMANAT AGUNG
Sebagai murid-murid yang menerima Amanat Agung dari
Tuhan Yesus, kita harus belajar cara Yesus melakukannya,
sehingga kita bisa menjangkau dunia dalam 7 tahun
kedepan sampai tahun 2033.
General Assembly yang ke-14 dari World Evangelical
Alliance (WEA) di Korea Selatan tanggal 27-30 Oktober
2025 yang lalu, temanya adalah: “The Gospel for Everyone
by 2033”. Sebuah visi global bahwa Injil akan dijangkau
ke semua orang dan semua bangsa hingga tahun 2033.
Disini Rick Warren menyampaikan tentang metode Yesus
untuk menyelesaikan Amanat Agung yang berlaku dimana
saja dan kapan saja. Metode ini disingkat dengan
P-E-A-C-E.
• P = Pass on the good news
Sampaikan kabar baik (Injil) kepada orang lain.
• E = Equip disciples
Perlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan
melayani.
• A = Alleviate suffering
Ringankan penderitaan orang lain dengan menolong mereka.
• C = Continually pray
Berdoa terus-menerus.
• E = Establish new churches
Dirikan gereja-gereja baru.
Jadi ada 5 hal metode Yesus untuk menyelesaikan Amanat
Agung:
1. Sampaikan kabar baik (Injil) kepada orang lain
2. Perlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan
melayani.
3. Ringankan penderitaan orang lain dengan menolong
mereka
4. Berdoa terus menerus
5. Dirikan gereja-gereja baru.
Perlu digarisbawahi bahwa kita harus melakukan semuanya
ini seperti Tuhan Yesus melakukannya agar Amanat Agung
selesai.
Supaya kita bisa melakukan seperti Yesus melakukan
sehingga Amanat Agung selesai, maka kita harus memiliki
sifat atau karakter yang benar sebagai murid Kristus.
Alkitab memaparkan karakter ini dalam 4 gambaran, yaitu:
anak kecil, prajurit, olahragawan dan petani.
MENTALITAS DALAM PENYELESAIAN AMANAT AGUNG
1. Menjadi Seperti Anak Kecil
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 18:3-4 TB2,
"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Jika kamu tidak
bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak
akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Oleh sebab itu,
siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti
anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan
Surga”
Anak kecil biasanya suka menangis, sangat bergantung dan
percaya kepada orangtuanya, dan tidak suka berbohong.
Kalau kita mau merendahkan diri dan menjadi seperti anak
kecil ini, maka kita akan menjadi yang terbesar dalam
Kerajaan Surga.
- Kalau kita berada dalam hadirat Tuhan pasti kita akan
menangis karena di hadirat Tuhan ada sukacita, ada kasih,
ada nikmat senantiasa. Karena itu harus banyak berada
dalam hadirat Tuhan
- Kita harus bergantung dan percaya kepada Tuhan bukan
kepada yang lain-lain seperti bergantung kepada strategi
manusia.
- Kita tidak boleh berbohong sebab orang yang suka
berbohong bapanya adalah iblis.
Untuk menyelesaikan Amanat Agung, gereja harus rendah
hati, bergantung dan percaya pada pimpinan Tuhan. Tidak
salah kalau gereja-Nya menjadi besar, tetapi dengan
cara-cara yang benar di hadapan Tuhan. Banyak berdoa,
memuji dan menyembah Tuhan agar makin peka terhadap
tuntunan Tuhan. Gereja Tuhan harus berkolaborasi. Karena
itu gereja harus rendah hati.
2. Menjadi Seperti Seorang Prajurit
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan
dirinya dengan soal-soal penghidupannya supaya dengan
demikian ia berkenan kepada komandannya. (2 Timotius
2:4)
Ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja atau
berkeluarga. Tetapi masalah-masalah kehidupan
sehari-hari tidak boleh menghambat fokus panggilan utama
kita sebagai murid untuk menyelesaikan Amanat Agung.
Dengan demikian kita akan berkenan kepada komandan kita
yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Dalam Tahun Amanat Agung ini, iblis akan makin keras
berusaha untuk mengalihkan perhatian kita dalam
menyelesaikan Amanat Agung.
Hati-hati, jangan sampai dialihkan oleh keinginan daging,
keinginan mata dan keangkuhan hidup.(1 Yohanes 2:16)
Dalam Alkitab, paling tidak ada 104 ayat yang berbicara
tentang kesombongan atau keangkuhan.
- Amsal 6:16-19, berkata:
“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh
perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata
sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah
orang yang tidak bersalah, hati yang membuat
rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju
kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan
kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.”
- Amsal 16:18, berkata:
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan.
- Yesaya 13:11b, berkata:
“Kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan
kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan.”
- Matius 23:12, berkata:
“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan
dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
- Yakobus 4:6, berkata:
“Allah menentang orang yang congkak tetapi memberi
anugerah kepada orang yang rendah hati.”
Hari-hari ini saya banyak melihat anak-anak Tuhan dan
para pemimpin dilemahkan oleh Tuhan seperti yang juga
dialami oleh rasul Paulus. Ini semua diizinkan Tuhan
supaya kita tidak meninggikan diri. Tuhan berkata dalam
kelemahanlah kuasa-Ku jadi sempurna. Kalau kita mau
dipakai Tuhan lebih lagi, maka kita harus siap untuk
dilemahkan.
3. Menjadi Seperti Seorang Olahragawan
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota
sebagai juara apabila ia bertanding menurut
peraturan-peraturan olahraga. (2 Timotius 2:5)
Supaya bisa menurut peraturan-peraturan olahraga, rasul
Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:26-27,
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan
petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku
melatih tubuhku dan menguasainya, supaya sesudah
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri
ditolak.”
Jadi untuk bisa menurut peraturan olahraga, rasul Paulus
melatih tubuhnya dan menguasainya.
Disini kita melihat bahwa untuk menyelesaikan Amanat
Agung tidak mudah. Melatih tubuh dan menguasainya itu
perlu pengorbanan. Hal ini perlu kita lakukan supaya
seperti yang rasul Paulus katakan, “supaya sesudah aku
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri
ditolak.”
1 Yohanes 2:6 berkata,
“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia
wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Ini harus dilakukan kalau mau pelayanan kita dalam
menyelesaikan Amanat Agung seperti metode yang Yesus
lakukan, sehingga kita akan melihat tahun 2033 target
penyelesaian Amanat Agung terjadi. Haleluya!
4. Menjadi Seperti Seorang Petani
Alkitab menggambarkan sosok petani yang sabar, tekun,
dan setia menabur (2 Timotius 2:6; Yakobus 5:7; Markus
4:26–29). Petani tahu bahwa hasil tuaian itu tidak
instan. Ia harus lebih dulu menabur, menyiram, menunggu,
dan memelihara.
Demikian juga dengan penyelesaian Amanat Agung. Hasilnya
tidak instan. Ini bukan pekerjaan sehari. Kita harus
menabur setiap hari:
- menabur penginjilan lewat hubungan pribadi
- menabur kesaksian lewat pekerjaan dan profesi
- menabur tenaga dan waktu untuk pemuridan
- menabur kasih untuk meringankan penderitaan
- menabur doa tanpa henti
- menabur untuk pendirian gereja-gereja baru
Semua yang menabur pasti menuai. Saya mengajak untuk
menabur semua hal ini setiap hari sampai Amanat Agung
selesai dan setelah itu Tuhan Yesus datang kembali.
Haleluya!
Akhir kata, saya mengucapkan:
SELAMAT TAHUN BARU 2026
Tuhan Yesus memberkati berlimpah limpah!