
MENJADI PEMENANG

Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!
Dalam Wahyu 3:11 TB, Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh
menyatakan:
“AKU DATANG SEGERA
Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun
mengambil mahkotamu.”
Pesan Tuhan yang begitu kuat tentang AKU DATANG SEGERA,
untuk pertama kalinya saya terima tahun 2009. Pada waktu
itu saya gemetar dan bertanya kepada Tuhan: “Apa yang
Tuhan akan lakukan dan apa yang harus kita lakukan?”
Tuhan tidak segera menjawab, setelah 6 bulan kemudian
Tuhan berkata:
“Aku akan mencurahkan Roh-Ku!”
“Aku akan mencurahkan Roh-Ku!”
Pada waktu “Aku mencurahkan Roh-Ku” akan terjadi seperti
yang tertulis dalam Yoel 2:28-32.
Akan ada 3 (tiga) fenomena yang akan terjadi:
a. Anak-anak, pemuda dan orangtua akan dipakai secara
luar biasa (ayat 28,29)
b. Akan terjadi mujizat-mujizat yang luar biasa (ayat
30,31)
c. Akan banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan.
Mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Akan terjadi penuaian jiwa besar-besaran (ayat 32)
Tuhan memberikan nama pencurahan Roh Kudus ini sebagai
Pentakosta yang Ketiga.
Hari-hari ini Tuhan kembali berbicara kepada saya
tentang AKU DATANG SEGERA. Saya merasakan dengan gemetar
seperti yang terjadi pada tahun 2009.
Saya terus menerus berseru kepada Tuhan:
“Tuhan, berilah kepada saya kepekaan lebih lagi untuk
mengerti isi hati Tuhan”.
Dan Tuhan menjawab melalui Yeremia 33:3 (TB2),
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan
akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang
tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui.”
Saya berseru-seru dalam doa, pujian dan penyembahan
siang dan malam. Nyanyian: Open the eyes of my heart,
Lord! pada hari-hari ini sungguh melukiskan seruan hati
saya kepada Tuhan.
KITA HARUS MENJADI PEMENANG
Hari-hari ini Tuhan berbicara melalui pesan Tuhan Yesus
kepada jemaat di Filadelfia. (Wahyu 3:7-13 TB)
Pesan Tuhan Yesus kepada kita:
1. Fokus Kepada Tuhan Yesus
Dia, Tuhan Yesus adalah Yang Kudus, Yang Benar, yang
memegang kunci Daud. Apabila Ia membuka, tidak ada yang
dapat menutup. Apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat
membuka. Karena itu mata kita harus tertuju kepada Dia,
mengandalkan Dia. Fokus hanya kepada Dia.
2. Menuruti Firman Tuhan dan Tidak Menyangkal Nama-Nya
Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Filadelfia:
“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah
membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh
seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa,
namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak
menyangkal nama-Ku.”
Kalau kita menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal
nama-Nya, maka Tuhan akan berkata kepada kita: Aku telah
membuka pintu bagimu yang tidak dapat ditutup oleh
seorangpun.Pintu yang selama ini tertutup akan dibuka
oleh Tuhan. Mungkin itu pintu pelayanan, pintu pekerjaan,
pintu persoalan yang tidak kunjung selesai, dan yang
lain-lain.
Menyangkal Nama-Nya
Bukan hanya dengan mulut saja kita bisa menyangkal
nama-Nya, tapi juga dengan perbuatan kita. Kalau
perbuatan kita tidak sesuai dengan iman kita sebagai
orang percaya, orang akan bertanya apakah kita itu
pengikut Kristus atau bukan? Ini juga bisa dikatakan
sebagai kita menyangkal nama-Nya.
Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Filadelfia:
“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun
menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari
hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk
mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera.
Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun
mengambil mahkotamu”
Kalau kita menuruti firman Tuhan untuk tekun menantikan
kedatangan Tuhan, Tuhan berjanji akan melindungi kita
dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia
untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Sesuai dengan referensi Alkitab Penuntun Hidup
Berkelimpahan seri The Full Life Study Bible yang
mengatakan: Mereka yang menjadi pemenang sebelum hari
itu tiba akan dilindungi dari hari pencobaan melalui
Pengangkatan atau Rapture. Haleluya!
Kalau kita melihat keadaan dunia saat ini kita harus
percaya bahwa kita sedang menuju ‘hari pencobaan’ itu
dalam ekskalasi yang akan terus makin hebat.
Orang yang hidup pada saat Perang Dunia I dan Perang
Dunia II, pasti mengira bahwa hari pencobaan yang
menimpa seluruh dunia seperti yang dimaksudkan kepada
jemaat di Filadelfia sedang terjadi. Tetapi nyatanya
hari pencobaan itu tidak terjadi.
Pada saat Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya apa
tanda kedatangan-Nya dan tanda akhir zaman. Salah
satunya Tuhan Yesus menjawab dalam Matius 24:14,
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh
dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu
barulah tiba kesudahannya.”
Pada zaman itu Injil diberitakan di seluruh dunia pasti
tidak masuk akal bagaimana untuk melakukannya. Tetapi
akhir-akhir ini terutama setelah Covid-19, penggunaan
media sosial begitu meluas sehingga pemberitaan Injil ke
seluruh dunia sangat masuk akal. Mungkin hari-hari ini
nubuatan tersebut sudah terjadi, kita tidak tahu. Yang
jelas kalau ada pencobaan yang meluas ke seluruh dunia
seperti yang terjadi saat ini, kita harus percaya ini
merupakan permulaan dari ‘hari pencobaan’ yang akan
datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang
diam di bumi seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus
kepada jemaat di Filadelfia.
Kita juga harus percaya kita akan dilindungi dari
pencobaan ini melalui PENGANGKATAN.
Tadi dikatakan yang akan ikut dalam pengangkatan adalah
mereka yang keluar sebagai PEMENANG. Mengenai “Pemenang”
ini, Tuhan Yesus berkata,
“Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa
yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
KUNCI UNTUK MENJADI PEMENANG
Pemenang adalah orang yang berhasil melakukan perintah
Tuhan. Dialah yang akan masuk surga.
Seperti pesan Tuhan Yesus mengenai jemaat di Filadelfia,
dimana mereka menuruti firman Tuhan untuk tekun
menantikan kedatangan-Nya, itu juga yang harus kita
lakukan supaya menjadi PEMENANG sehingga kita ikut dalam
pengangkatan.
1. Berjaga-jaga
Mengenai kedatangan Tuhan Yesus, Alkitab katakan:
“Tentang hari dan saat itu tidak ada seorang pun yang
tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun
tidak, hanya Bapa sendiri. “
Matius 24:36
Akan tetapi Tuhan Yesus sudah memberi tahu tanda-tanda
kedatangan-Nya. Sesuai dengan tanda-tanda kedatangan-Nya
maka waktunya sudah sangat sangat singkat, apalagi
hari-hari ini Tuhan Yesus berpesan: AKU DATANG SEGERA.
Sebab itu kita harus berjaga-jaga. Kita harus siap sedia,
karena Tuhan Yesus datang pada saat yang tidak kita duga.
2. Setia
Hal yang kedua agar kita menjadi pemenang, seperti yang
terdapat di dalam Matius 24:46-47 TB2 yang berkata,
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan
tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Sesungguhnya
Aku berkata kepadamu: Tuannya itu akan memberi dia
wewenang atas segala miliknya.”
Menyambut kedatangan Tuhan Yesus kita harus tetap
melakukan tugas-tugas kita seperti Dia akan datang 1000
tahun lagi. Tetapi kita berjaga-jaga seperti nanti malam
Dia datang.
Jadi, jangan ada yang berpikir Tuhan Yesus akan segera
datang, buat apa saya melakukan tugas dengan
sungguh-sungguh karena semuanya itu akan ditinggalkan.
Itu tidak benar.
Lakukan tugas yang diberikan itu dengan sungguh-sungguh
sehingga pada waktu Dia datang kita akan mendapat upah.
Yang mau katakan: “Amin!”
Matius 24:48-51 mengingatkan agar kita tidak menjadi
hamba yang jahat, yang berkata di dalam hatinya:
“Tuanku tidak datang-datang. Ia mulai memukul
hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama
pemabuk-pemabuk. Pada saat tuannya datang, pada saat
yang tidak disangkanya, maka tuannya akan memenggal dia
dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di
sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.”
Ini menjadi peringatan yang serius buat orang-orang
percaya, yang menganggap kedatangan Tuhan masih lama
sehingga dia tidak berjaga-jaga, hidup yang sembrono.
Hati-hati supaya tidak masuk neraka.
3. Jangan Terjebak
Tipu daya kekayaan, kenikmatan hidup dan kekhawatiran
duniawi bisa membuat hidup kita tidak berbuah. Tuhan
Yesus berkata:
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang
kebunnya. Setiap carang pada-Ku yang tidak berbuah,
dipotong-Nya dan setiap carang yang berbuah,
dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Yohanes 15:1-2 TB2
Pada saat carang dipotong, dia akan jatuh ke tanah dan
menjadi kering. Kemudian akan dikumpulkan orang dan
dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Orang yang tidak
berbuah akan dicampakkan ke dalam neraka. Karena itu
kita harus berbuah.
Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 15:8 TB2,
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan bahwa kamu berbuah
banyak dan menunjukkan kamu adalah murid-murid-Ku.”
Galatia 5:22-23 TB2 berkata,
“Namun buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tidak ada hukum
yang menentang hal-hal itu.”
Orang yang berbuah akan terus dibersihkan, perhatikan
ini, agar lebih banyak berbuah. Kita terus akan
dikuduskan melalui Roh Kudus, firman Allah dan juga
proses. Kita akan menjadi serupa dengan gambar Yesus,
artinya menjadi murid Tuhan Yesus. Hanya murid Tuhan
Yesus yang masuk surga.
4. Memiliki Kasih yang Semula
Dalam Wahyu 2:1-7, Tuhan Yesus memberikan pujian kepada
jemaat Efesus karena:
a. Mereka tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat,
bahwa mereka telah menguji yang menyebut dirinya rasul
tetapi tidak demikian. Mereka mendapati orang-orang
jahat itu pendusta.
b. Mereka tetap tabah, sabar menderita karena nama Tuhan
dan tidak mengenal lelah
c. Mereka membenci segala perbuatan pengikut-pengikut
Nikolaus yang juga Tuhan Yesus benci.
Kalau melihat hal-hal tersebut; jemaat Efesus adalah
jemaat yang luar biasa.
Meskipun demikian, selain memberikan pujian, Tuhan Yesus
juga mencela jemaat di Efesus:
“Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan
kasihmu yang semula. Sebab itu, ingatlah betapa dalamnya
engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa
yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku
akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu
dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. “
Wahyu 2:4-5 TB
Kita harus menggarisbawahi apa yang Tuhan Yesus katakan,
bahwa sebaik apapun, sebaik apapun, kita melayani
pekerjaan Tuhan, tetapi kalau tidak didasari oleh kasih
yang semula, Tuhan Yesus akan berkata:
“Betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan
lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak,
Aku akan datang dan mengambil kaki dianmu dari tempatnya,
jikalau engkau tidak bertobat.”
Sesuai dengan referensi Alkitab Penuntun Hidup
Berkelimpahan seri The Full Life Study Bible, yang
dimaksudkan dengan “Aku akan mengambil kaki dianmu”
adalah menolak dan mengeluarkan dari dalam Kerajaan-Nya.
Dengan perkataan lain artinya akan masuk neraka.
Karena itu kita harus menjaga agar kita selalu dalam
kondisi kasih yang semula, agar kita ikut dalam
pengangkatan.
Kasih yang semula adalah kasih pada saat kita baru
bertobat dan mengalami kelahiran baru. Pada saat itu
kita begitu haus akan Tuhan dan firman-Nya. Kita akan
banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Kita akan
banyak membaca Alkitab dan hidup kudus.
5. Menjadi Murid Tuhan Yesus dan Memuridkan Orang Lain
a. Sesuai dengan Roma 8:29 – Gol kita sebagai orang
percaya adalah menjadi serupa dengan gambar Yesus, yaitu
murid Tuhan Yesus.
b. Sesuai dengan 1 Yohanes 2:6 – murid Tuhan Yesus
adalah mereka yang hidup sama seperti Kristus telah
hidup.
Tugas utama dari murid Tuhan Yesus, tanpa memandang
profesinya - adalah menjadikan orang lain menjadi murid
Tuhan Yesus. Ini adalah Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius
28:18-20).
Kalau kita menjadi murid Tuhan Yesus dan menjadikan
orang lain sebagai murid Tuhan Yesus, kita pasti akan
ikut dalam pengangkatan. Yang percaya katakan Amin!
Tuhan Yesus memberkati.