Renungan

Masih Adakah Harapan ?

Gempa bumi, banjir, longsor, pemanasan global, lapangan pekerjaan yang semakin sulit di dapatkan, harga barang - barang dan makanan yang kian melambung, perkembangan teknologi dan pergaulan yang memberikan pengaruh negatif pada perkembangan anak. Hal - hal diatas kerapkali menimbulkan rasa khawatir. Firman Tuhan berkata apakah dengan kita khawatir dapat merubah keadaan menjadi lebih baik? Jawabannya tidak."
Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" Matius 6 :27
Jika kekhawatiran kita tidak membuahkan sesuatu yang baik, lalu kenapa kita harus khawatir? Penelitian kesehatan menjelaskan bahwa faktanya kekhawatiran itu dapat menyebabkan penyakit, diantaranya : darah tinggi, sindrom iritasi usus, gangguan pencernaan, penurunan sistem kekebalan tubuh, penyakit arteri koroner, serangan jantung, dan depresi. Dalam kasus parah, kekhawatiran yang berujung depresi dapat menyebabkan seseorang berfikir untuk bunuh diri. Petrus pada waktu dia berjalan di atas air, kekhawatiran mulai melanda, ia pun terjatuh tenggelam - Matius 14 : 30 - 31 "Ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak "Tuhan, tolonglah aku!" segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata :"Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Mari kita telaah apa yang Tuhan mau kita lakukan pada saat kekhawatiran datang :
Langkah 1: Bawalah semua rasa khawatir kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan yang disertai ucapan syukur. Walaupun keadaaan sedang tidak baik, tetap bersyukur kepada-Nya.
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanalah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Filipi 4 : 6

Langkah 2: Memikirkan jalan keluar dari tantangan yang sedang kita alami memang baik, tetapi terus menerus berfokus kepada hal tersebut tidak membuat masalah itu selesai dalam sekejap. Nikmatilah hari kita seperti biasa, karena di dalam hati yang gembira, maka disitu juga ada sukacita dan damai sejahtera.
Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar dari tantangan/masalah yang sedang kita hadapi sesuai dengan waktu-Nya.
" Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Matius 6 :34

Langkah 3: Milikilah hati yang mau berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Hati yang berpasrah, pasrah artinya tidak menggunakan pikiran kita lagi setelah kita menyerahkan masalah kita di bawah kaki Tuhan. Mengerti bahwa rencana-Nya dalam hidup kita adalah rancangan damai sejahtera, maka kita harus serahkan kekhawatiran kita ke dalam tangan-Nya. Biarkan kehendak Tuhan yang akan menuntun kita dalam jalan yang telah Dia sediakan bagi kita semua.
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." 1 Petrus 5 : 7

Jika sekarang kita sudah mengetahui bahwa kekhawatiran itu tidak berguna, masihkah kita akan menggunakan waktu dan tenaga kita untuk terus mengkhawatirkan semua masalah dan kondisi sekitar kita? Percayalah pada penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup kita, Dia akan selalu beserta kita dan tak pernah meninggalkan kita. Tuhan Memberkati.